Masyarakat Kupang Puas dengan Kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Ini Hasil Surveinya

 

Analisis Komunikasi Tokoh Publik. ANALKOMPOP.com


ANALKOMPOP.com - Kabar gembira datang dari sosok Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc di penghujung tahun 2025. Bagaimana tidak, kedua sosok milenial kebanggan generasi muda kota Kupang tersebut, mendapatkan respons positif dari masyarakat di Ibu Kota provinsi Nusa Tenggara Timur.

Apresiasi positif dari masyarakat kota Kupang terhadap kinerja Wali Kota dan Wakil Wali kota, didasarkan pada survei yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana).

Dari hasil survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang mencapai 80,1 persen.

Sebuah angka yang mencerminkan bagaimana kedewasaan, keterbukaan, kejujuran, empati sosial dari masyarakat, mulai dari tingkat bawah, menengah, dan atas yang secara spontanitas memberikan apresiasi kepada pejabat yang setiap programnya berdampak terhadap perubahan.

Analisis Pesan Komunikasi Masyarakat terhadap Pejabat Publik

Analisis Komunikasi Tokoh Publik. ANALKOMPOP.com

Di balik respons positif dari masyarakat terhadap kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, terselip pesan komunikasi yang mungkin jarang terjadi dalam kehidupan, khususnya lingkup pemerintahan di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi abad ke-21.

Karena, masyarakat yang hidup di era kini, cenderung kritis dan tidak sungkan untuk menyampaikan keresahan, ketidakpuasannya kepada pejabat publik.

Artinya; jika seorang pejabat publik, terutama program kerjanya berdampak pada perubahan lingkungan, ekonomi, transparansi anggaran, keterbukaan lapangan kerja, dll. Maka, masyarakat akan jujur menyampaikan apresiasinya.

Seperti yang warga kota Kupang berikan kepada Christian Widodo dan Serena C. Francis (Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, periode 2025 - 2030) melalui hasil survei dari Universitas Nusa Cendana (Undana).

Sebaliknya, apabila seorang pejabat publik, ketika program dan kebijakannya tidak berdampak terhadap perubahan masyarakat dan wilayah yang ia pimpin, respons negatif pun berdatangan dari sudut mana pun.

Sebagai seorang pejabat publik, ketika berhadapan dengan kondisi tersebut, kedewasaan menjadi value atau nilai untuk dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Kedewasaan dalam konteks ini adalah kemauan, kerendahan hati dari seorang pejabat publik untuk menerima kritik, kemudian membenahi setiap hal yang belum memenuhi harapan publik.

Intinya, publik akan memberikan penilaian objektif secara jujur kepada pejabat yang bekerja melayani masyarakat. Sebaliknya, publik/masyarakat tidak segan-segan untuk menyampaikan kritik, serangan negatif serta berbagai hal yang merujuk,berorientasi pada tindakan-tindakan anarkis, akibat ketidapuasan masyarakat terhadap kinerja pejabat publik.


Menakar Komunikasi Dua Arah dari Wali Kota Kupang dan Masyarakat, Terkait Hasil Survei Universitas Nusa Cendana

Komunikasi dua arah (Two - Way Communication) dalam disiplin Ilmu Komunikasi adalah proses pertukaran/penyampaikan pesan dari seorang komunikator (pengirim pesan) kepada komunikan (penerima pesan) yang ditandai dengan umpan balik )feedback).

Umpan balik merupakan syarat utama dari komunikasi dua arah. Dalam konteks pembahasan ini, ANALKOMPOP.com menempatkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, Christian Widodo dan Serena C. Fransi sebagai pengirim pesan (Komunikator). Sedangkan, masyarakat kota Kupang sebagai penerima pesan (Komunikan).

Untuk mencapai komunikasi dua arah, mereka pun menggunakan sarana, tools, alat, mediasi, jembatan atau pun pihak ketiga yang dalam bahasa ANALKOMPOP terjawantahkan/terwujud/terealisasi melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana).

Di mana, FISIP Universitas Nusa Cendana pun menggunakan media sebagai tools/alat untuk mendapatkan data. Data ini kemudian diolah secara objektif (realita di lapangan) yang menampilkan tingkat kepuasan masyarakat kota Kupang kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota selama delapan bulan memimpin Ibu Kota provinsi Nusa Tenggara Timur.

Faktanya; kini di setiap area publik bahkan di setiap gang rumah, kos-kosan, dan tempat tinggal sejenisnya tersedia tempat sampah.

Memang, jauh sebelum Christian Widodo dan Serena C. Francis memimpin kota Kupang, masyarakat di Ibu Kota provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut sudah menerapkan pola hidup sehat, terutama inisiatif dan gerakan sosial untuk lebih peduli pada kebersihan lingkungan.

Namun, gerakan itu masif atau berkembang, semacam habit (kebiasaan) masyarakat untuk secara kolektif, bersama-sama dengan tanggung jawab sosial dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah hingga area publik sejak adanya program/kebijakan dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang periode 2025-2030.

Selaras, sefrekuensi, semakna, senada dengan tanggapan/apresiasi Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo yang dikutip ANALKOMPOP.com dari Mediatorkupang sebagai berikut:

Christian menegaskan bahwa capaian positif tersebut tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang semakin cerdas dan partisipatif dalam menyukseskan berbagai program pemerintah.


Ia mencontohkan kebijakan penanganan sampah. Menurutnya, masyarakat kini tidak hanya mematuhi aturan, tetapi ikut mendorong perubahan perilaku di lingkungan masing-masing.


“Warga sendiri bilang ‘jangan buang sampah sembarang’. Sekarang ada roadmap sampah, ada tempat sampah, dan mereka saling mengingatkan. Ini yang membuat program berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ringkasan:

Apresiasi masyarakat terhadap kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang serta tanggapan Wali Kota Kupang mencerminkan adanya hubungan timbal balik yang teringtegrasikan dalam 'komunikasi dua arah.'

Komunikasi dua arah yang terjalin antara komunikator (Wali Kota dan Wakil Wali Kota) serta masyarakat kota Kupang (komunikan atau penerima pesan) sangat penting untuk saling memahami tupoksi, guna menciptakan ekosistem kebaikan serta kemajuan dari kota Kupang sendiri.

Untuk itu, antara masyarakat kota Kupang, Wali Kota, dan Wakil Wali Kota Kupang memiliki hubungan politik, geografis, psikologis, sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, janji politik serta berbagai hal yang bertujuan untuk saling bekerja sama, berkoordinasi, menghindari kesalahpahaman (miskomunikasi) dalam kegiatan memimpin dan dipimpin.

Demikian analisis komunikasi dari ANALKOMPOP.com untuk memahami pesan-pesan tersembunyi di balik setiap apresiasi dan respons positif dari masyarakat kepada pejabat publik. Sebaliknya, pesan komunikasi dua arah dari pejabat publik kepada masyarakat yang mungkin ataupun jarang tersampaikan dengan jelas melalui berbagai pemberitaan di media massa.

_________________________________________________________________________________

ANALKOMPOP.com



Eits,,, apakah kamu sudah tahu dengan media ANALKOMPOP?


Jika kamu belum tahu, admin akan mendeskripsikannya secara singkat di bawah ini ya sobat.

ANALKOMPOP merupakan singkatan dari "ANALISIS KOMUNIKASI dan BUDAYA POPULER." ANALKOMPOP membahas seputar 'analisis tren media sosial, kajian budaya populer, strategi komunikasi, advertising (naskah iklan),public relations/pr/humas, perkembangan media massa, teknologi komunikasi, kritik sosial, studi komunikasi, dampak dan keuntungan dari budaya digital dalam kehidupan masyarakat.

ANALKOMPOP merupakan bagian dari portal TAFENPAH.COM


ANALKOMPOP.com



Tujuan dari ANALKOMPOP

Kehadiran ANALKOMPObertujuan untuk menganalisis, membahas isu-isu komunikasi, budaya populer, menyediakan informasi, pengetahuan, meningkatkan kesadaran, pemahaman serta melatih nalar kritis generasi muda Indonesia di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi abad ke-21.


ANALKOMPOP didirikan oleh Frederikus Suni, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Siber Asia Jakarta Selatan.

Melalui ANALKOMPOP, Frederikus Suni mengajak seluruh mahasiswa dan siapa saja yang peduli pada pembentukan karakter generasi muda Indonesia untuk terlibat dalam setiap analisis, diskusi, pengolahan data, produksi hingga pendistribusian berita melalui berbagai saluran platforms digital.

Belajar di kampus sambil mempraktikkan ilmu yang kita dapatkan, khususnya mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi sangatlah penting.

Untuk itu, ANALKOMPOP hadir untuk mengakomodasi setiap ide, gagasan besar dari setiap orang, guna menciptkan iklim pemberitaan di media massa dengan tetap mengedepankan asas kejujuran, akurasi, keseimbangan, objektivitas, dan independensi



Posting Komentar untuk "Masyarakat Kupang Puas dengan Kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Ini Hasil Surveinya"